Senin, 18 Mei 2015
Sabtu, 16 Mei 2015
lukis gedung & lukis tembok magelang jawa tengah
lukis gedung
lukis tembok
lukis dinding
lukis tembok
lukis dinding
Anda perlu melukis dinding gedung? Anda perlu tulisan indah di tembok dll?
Kami berpengalaman menggambar dan membuat tulisan indah di tembok gedung, gedung sekolah,
tembok taman kanak-kanak (TK), tulisan iklan dlll.
lukis ruang tunggu, kamar anak-anak, lukis tembok dll
lukis ruang tunggu, kamar anak-anak, lukis tembok dll
lukis wajah, kaligrafi , siluet dll
pembuatan taman, landscape dll
pembuatan taman, landscape dll
Hubungi
Agus Sus
Hp. 0857-7772-0149
Kerbengan, Sukosari, Bandongan, Magelang, Jawa Tengah
(Barat SDN Sukosari, Bandongan, Magelang, Jawa Tengah)
![]() |
| kaligrafi (http://saudagar-indo.blogspot.com) |
![]() | |
| lukis & tulisan tembok |
![]() |
| lukis & tulisan indah |
![]() |
| tulis & lukis |
![]() |
| tulis & lukis (http://saudagar-indo.blogspot.com) |
![]() |
| tulis & lukis (http://saudagar-indo.blogspot.com) |
![]() |
| lukis & tulisan tembok (http://saudagar-indo.blogspot.com) |
![]() |
| tulisan indah |
Tulisan indah di tembok
lukis gedung dll
lukis tembok,
lukis gedung, lukis dinding
servis elektronik magelang jawa tengah
servis elektronik
servis kulkas,
servis mesin cuci
servis kompor gas
servis AC mobil
Servis ACruang,
pemeliharaan AC
magic com
magic jar
kipas angin
pemeliharaan AC
magic com
magic jar
kipas angin
pemasangan water heater
Menerima panggilan
Hubungi
Hari S Hp. 0815-7883-1415
Kerbengan, Sukosari, Bandongan, Magelang, Jawa Tengah
(Sebelah SDN Sukosari, Bandongan, Magelang Jawa Tengah)
![]() |
| kipas angin |
![]() |
| ac ruang |
![]() |
| plastic sealer |
![]() |
| mesin cuci dua tabung |
![]() |
| mesin cuci otomatis |
servis elektronik
servis kulkas,
servis mesin cuci
servis kompor gas
servis AC mobil
Servis ACruang
pemeliharaan AC
magic com
magic jar
kipas angin
pemeliharaan AC
magic com
magic jar
kipas angin
pemasangan water heater
alat press plastik, cara memperbaiki alat press plastik
Bisa jadi anda memiliki alat pres plastik. Suatu saat mungkin anda mendapati alat tersebut ngadat alias tidak bisa berfungis dengan baik. Lampu indikator masih menyala dengan baik, tetapi tidak dapat mengepress plastik dengan sempurna. Plastik yang anda press agar menyatu dan menutup ternyata masih utuh seperti semuala. Sepertinya alat itu tidak menghasilkan panas, meskipun lampu indikator bahwa alat itu masih dialiri tenaga/energi listrik.
Jika hal seperti di atas anda alami, maka cobalah untuk memeriksa elemen pengepres alat itu. Elemen ini yang menghasilkan panas sehingga plastik yang anda press dapat menyatu. Elemen ini berbentuk seperti pita, tipis dan panjang. Cobalah lepaskan elemen ini memakai obeng dengan cara mengendorkan dan melepas bautnya.
Cobalah periksa barangkali elemen itu berkarat. Jika berkarat, coba bersihkan karatnya dengan amplas halus. Jika anda tidak punya amplas, cukup gunakan ujung obeng untuk mengerok permukaan elemen tersebut. Cara mengeroknya pelan-pelan karena elemen itu tipis. Apabila sudah bersih, coba pasang kembali. Selamat mencoba!
Jika berhasil, bersyukurlah karena alat anda sekarang berfungsi kembali. Itulah tip cara memperbaiki alat press plastik.
![]() |
| elemen alat pres plastik |
Alat Pres Plastik: Cara Memperbaiki,
Alat Pres Plastik,
Alat Pres Plastik: Tips memperbaiki sendiri
Kamis, 18 Desember 2014
mental pengusaha
Tenan, Telaten, Teges, Tegel:
Mental Wirausaha
Saat hendak
menulis salah satu postingan di blog ini (maklum baru belajar buat blog), saya
belum memiliki naskah atau artikel (baik singkat maupun panjang). Begitu muncul
entri baru, spontan muncul dalam benak saya untuk mengisi entri tersebut dengan
kata "Mental Pedagang". Awalnya yang terpikir adalah judul
"Mental Dagang", akan tetapi kemudian terlintas dalam pikiran saya
untuk menambahkan awalan pe- dan akhiran-an sehingga jadilah judul
"Mental Pedagang" seperti terbaca di sini.
Karena entri
itu menggunakan kata "Mental Padagang", maka saya berpikir masalah
lain yaitu apa judul naskah yang hendak saya tulis. Apa ya yang pas..... Dalam
waktu yang tidak lama teringat bahwa saya pernah mebaca buku yang berjudul
"Negara Dagang". Saya lupa penulis buku tersebut. Ya baik nanti saya
cari buku tersebut di rak buku yang lumayan banyak itu.
Perkembangan
berikutnya, saat saya hendak meng-edit naskah ini, terlintas ide baru. Judul
itu harus saya ubah. Perubahan itu bisa dilihat dan dibaca diatas, yaitu
menjadi: "Tenan, Telaten, Teges, Tegel: Mental Wirausaha". Kalau Anda
baca judul ini. bagi yang tidak memiliki latar belakang bahasa Jawa, bisa jadi
Anda mengerutkan kening. Oleh karenanya jika Anda tertarik untuk menyimak,
tentu Anda akan mendapatkan gambaran apa yang dimaksud dengan empat istilah
itu. Orang sering menyingkat keempat istilah itu dengan mengambil huruf pertama
dari empat istilah itu, yaitu 4T atau T4. Pasti Anda sudah dapat mengira-ira
apa kepanjanga dari T4 atau 4T itu. Kalau masih bingung, silakan baca kembali
judul tulisan ini. Karena 4T atau T4 itu diambil dari kahasanah bahasa Jawa,
maka konsep 4T atau T4 itu sesuai atau berdasarkan filosofi Jawa. Bahwasanya
menurut filosofi orang Jawa, untuk menjadi wirausaha, Anda harus memiliki
mentalitas 4T atau T4 seperti yang akan dijelaskan satu persatu di bawah ini.
T pertama: Tenan
Dalam filosofi
Jawa, seorang yang ingin menjadi wirausahawan harus memiliki mentalitas tenan.
Tenan itu sama dengan "bersungguh-sungguh". Dengan kata lain,
wirausahan tulen, jika dianalisis menurut kriteria filosofi Jawa, yang pertama
adalah memiliki mentalitas bersungguh-sungguh. Tidak mungkin seorang menjadi
wirausahawan jika ia tidak bersungguh dalam berusaha. Tentu saja filsafat tenan
itu menyangkut segala bidang, bukan hanya dalam bidang usaha atau bisnis.
Jika Anda cermati, istilah "wirausaha" yang terdiri dari dua kata
yaitu "wira" dan "usaha" juga berasal dari istilah bahasa
Jawa, paling tidak untuk kata "wira". "Wira" itu sama
dengan istilah "pemberani" dalam bahasa Indonesia. Pemberani dalam
bidang apa? Dalam konteks pembiaraan ini adalah pemberani dalam menjalankan
"usaha" atau bisnis. Seorang usahawan adalah orang yang
bersungguh-sungguh dalam menjalankan usahanya atau bisnisnya. Seorang pengusaha
adalah orang yang berani dan bersungguh dalam membangun dan menjalankan bisnis
atau ushanya.
T kedua: Telaten
Kata telaten
itu sama dengan "tekun" atau "tekun dan teliti atau
cermat" dalam bahasa Indonesia.
T ketiga: Teges
Teges itu cerdas.
T keempat: Tegel
Tegel atau tega, yakni tegas dalam mengambil keputusan
terutama yang berkaitan dengan masalah usaha atau bisnisnya. Dalam bahasa
Inggris ada pernyataan yang berbunyi: business is business; friend is
friend. Bisnis ya urusan bisnis; sedangkan urusan kawan ya urusan kawan.
Urusan bisnis tidak boleh terganggu di saat berhubungan dengan kawan. Urusan
bisnis harus dipisahkan dengan urusan kawan. Jangan sampai urusan bisnis
kemudian terganggu atau tersendat-sendat gara-gara perilaku seorang kawan yang
tidak tahu urusan bisnis. Karena pemilik usaha itu adalah kawan saya, kemudian
saya semena-mena dengan dia. Saya malah 'mengganggu' dengan cara meminta
fasilitas kepadanya. Saya minta gratis. Pola pikir semacam ini akan mengganggu
jalannya usaha seseorang. Oleh karena itu, seorang pengusaha rata-rata adalah
orang yang sangat "tega" mengeksekusi urusan bisnisnya, sekalipun
dengan kawan sendiri. Itulah mental pengusaha dalam filosofi Jawa: Tenan,
Telaten, Teges, Tegel.
batu permata, batu mulia, batu giok, batu ginandong
Batu Permata, Batu Mulia, Batu Giok, Giok Aceh, Batu Ginandong
Para penggemar
batu akik atau batu permata, terutama di daerah Jawa Tengah, mengenal dengan
baik mana batu yang baik dan yang bukan. Ternyata salah satu daerah yang sangat
terkenal dengan batu akiknya adalah Desa Ginandong. Desa ini masuk wilayah
Kabupaten Kebumen sebelah utara. Memang Kabupaten Kebumen terkenal dengan
batu-batuannya yang sangat kaya. Katanya terkaya di Asia Tenggara. Ini bukan
sekadar isapan jempol. Di desa Karangsambung, Kecamatan Sadang, ada
laboratorium geologi milik Institut Teknologi Bandung. Mahasiswa Geologi sering
melakukan penelitian dan praktik kerja di daerah ini.
Sepanjang
aliran sungai Lukulo, sebagai bagian dari Kabupaten Kebumen bagian utara, juga
kaya dengan batuannya. Banyak mahasiswa geologi ITB melakukan survey dan
penelitian di lereng pinggir sungai ini. Mereka sering mengorek-orek tanah
menggunakan sejenis palu bertanduk.
Saya sendiri
meskipun berasal dari salah satu desa di aliran sungai Lukulo tidak tahu kalau
batu akik yang sangat terkenal berasal dari aliran sungai Lukulo yang membelah
dan menjadi batas desa kami dengan desa timur sungai. Saya baru kemudian
teringat batu Ginandong setelah mendapat kiriman batu giok dari seorang
kawan dari Aceh.
Batu Permata, Batu Mulia, Batu Giok, Giok Aceh, Batu Ginandong
jaring ikan
Jaring Ikan
Pada masyarakat
tradisional, kita dapat mengidentifikasi bahwa cara anggota masyarakat itu
melakukan aktivitas baik aktivitas ekonomi maupun aktivitas sosial, mereka
menggunakan alat bantu tradisional juga. Salah satu yang akan saya tulis di
sini adalah alat untuk mencari ikan. Alat yang digunakan untuk mencari ikan itu
adalah bubu (wuwu, Jawa), langge, seser, jala, dan jaring. Di kampung
saya dulu ada orang yang sangat pandai membuat bubu. Bubu sebagai alat
pencarian ikan ini terbuat dari rangkain bambu berbentuk lidi. Saya tidak tahu
apa sekarang masih ada bubu di kampung saya atau tidak. Ada juga seorang
pembuat jala sekaligus tukang mencari ikan memakai jala.
Penggunaan bubu
hanya di letakkan di pinggir sungai yang aliran airnya tidak terlalu deras.
Sepanjang bubu itu dapat diletakkan dan tidak hanyut, maka itu yang
dikehendaki. Jadi bubu itu hanya ditaruh sedemikian rupa dan ditinggal oleh
pemiliknya. Jikalau dipasang pada sore hari, maka pada malam atau pagi hari
barulah bubu itu diangkat untuk dilihat apa hasilnya.
Jaring hampir sama
cara penggunaannya. Jaring itu dipasang dengan tujuan untuk menjebak dan
menjerat ikan. Pemilik jala cukup mengawasi di darat. Jika merasa ada ikan yang
terjebak dan terjerat, barulah ia masuk ke air dan memungut ikan yang
tersangkut di jaring itu.
Penggunaan langge, seser, jala,
dan memerlukan aktivitas dan keaktifan pemiliknya. Pelangge harus memegangi
alat langge itu sepanjang malam sambil mengawasi apakah ada ikan yang terjebak
masuk langgenya atau tidak. Jika ada ikan yang kesasar masuk, maka segera
diangkat langge itu agar ikan itu dapat di tangkap. Saya agak ragu apakah sekarang masih ada alat penangkap ikan secara tradisonal yang disebut langge, seser, bubu, jaring, dan jala.
Jaring Ikan
Langganan:
Postingan (Atom)





















